28 Oktober, Malam
Ada rapat akbar FDW, Festival Dwiwarna yang rutin dijalankan setiap tahun sekali. Dan itu acara yang besar banget di Dwiwarna. Dan kita sempat mojok sekitar 5 menitan di tiang masjid (waktu itu rapatnya di masjid). Dia dengan sangat blak-blakan mengutarakan perasaannya.
Padahal di siang harinya dia mau nembak aku begitu nganterin aku pulang ke aspi, sampe pake nulis kerangka kalimat segala. Tapi aku nolak karena aku pikir masa pdktnya terlalu cepat, aku belum bisa sayang banget sama dia. Temen-temennya cerita, tapi dengan kejamnya aku malah bilang "Lagi nunggu tanggal yang bagus, hehe.", begitu temen-temen dan kakak kelas nyorakin Fasya nyuruh nembak aku.
F: "Tal, gue sayang banget sama lo."
T: (Hening)
F: "Lo mau nggak jadi pacar gue?"
Waktu itu, aku lagi ada di dekat Nieta, temen dekatku yang tau gimana perasaanku sama Fasya. "Yaudah terima aja Ta!"
Lalu, aku berbalik badan.
F: "Jadi.. gimana Ta?"
T: "Ya." sambil tersenyum lebar.
Lalu dimulai lah masa-masa indah yang ketka berakhir menggoreskan luka yang sangat dalam itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar