Sabtu, 27 Agustus 2011

The Finished Book

Oktober 2010
Aku mencoba sangat sok akrab sama Fasya. Sebenernya bukan mencoba, ataupun berusaha, tapi dengan secara sangat tidak sengaja. Aku nggak tahu kalau perbuatanku bisa sampai sejauh ini. Padahal aku juga akrab dengan Andika. Waktu itu aku juga seperti memberikan harapan palsu ke kakak kelas, dengan perbuatan itu seutuhnya tanpa kumaksud.
Aku dan temanku sering ngobrol, siapakah teman yang paling ganteng di angkatan. Ada yang menjawab Nanan, Viki dan segala macem. Tapi aku malah jaweb Fasya, Fasya dan Fasya.
Padahal aku yakin dulu dia nggak seganteng sekarang. Tapi tetep ada yang unik di dalam cowok keturunan Tionghoa itu. Matanya sangat sipit malah bisa dibilang merem, hobinya tidur, dan suaranya aneh.
Waktu itu lagi masa-masanya Class Meeting, pertandingan olahraga persahabatan antar kelas, daerah maupun pulau. Kita sering saling sapa dan ngobrol. Ngobrol cuma sekali sih, itupun di tengah keramaian. Aku masih inget banget. Waktu itu kita obrolin bahan yang bener-bener nggak penting.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar